Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka…
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka…
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Selama hayat masih di kandung badan
Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita
Sahabat
Mahardika pasti semuanya sudah lirik lagu di atas, yap lirik tersebut
adalah kutipan dari lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945) ciptaan H. Mutahar. Lagu
yang memberikan makna sebuah kemerdekaan telah dicapai oleh bangsa Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang ditujukan kepada semua nusa dan
bangsa dari penjajahan serta menjadikan waktu lahirnya bangsa Indonesia. Selain
itu lagu tersebut menguatkan akan harga mati dari kemerdekaan Indonesia, bahwa
sekali merdeka tetap merdeka sampai hayat dikandung badan.
Makna kemerdekaan
sendiri sudah berubah dari berbagai zaman, apabila zaman dahulu kemerdekaan
diwujudkan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah. Kemerdekaan saat ini
adalah perjuangan mewujudkan cita-cita bangsa yang tertuang dalam sila ke-5
Pancasila yaitu “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Perjuangan bisa
dilakukan dengan berbagai cara oleh berbagai macam usia, salah satunya adalah
kegiatan yang dilaksanakan oleh Taman Baca Mahardika.
Kegiatan agustusan
yang ketiga kalinya dilakukan Taman Baca Mahardika ini mengambil tema “Gerakan
Kibar Bendera”. Tema yang diambil merupakan hasil sebuah kegelisahan bahwa
sudah tidak banyak lagi rumah-rumah yang mengibarkan bendera Merah Putih di
lingkungan Taman Baca Mahardika. Masyarakat setempat lebih memilih umbul-umbul
dengan berbagai warna tetapi tidak memiliki bendera Merah Putih untuk
dikibarkan di depan rumah mereka. Sehingga harapannya dengan kegiatan ini masih
menumbuhkan rasa bangga untuk melihat bendera Merah Putih berkibar dengan
gagah.
Kegiatan agustusan
kali ini di isi dengan serangkaian acara diantaranya: lomba menggambar,
mewarnai, menulis cerpen, lari kelereng, estafet karet untuk anak-anak. Lalu ada
lomba untuk para orang tua seperti lomba balap tempeh, dan merias. Kegiatan agustusan
Taman Baca Mahardika ditutup dengan hiburan malam hari bersama anak-anak dan
para orang tua serta membagikan bendera untuk dipasang dirumah setiap
anak-anak. Berikut dokumentasinya kegiatannya:
Kegiatan agustusan diawali dengan lomba menggambar dan mewarnai untuk adik-adik Taman Baca Mahardika. Lomba dimulai pukul 09.00 sepulang sekolah, halaman taman baca yang awalnya sepi kemudian mendadak gaduh dan ramai riuh ketika adik-adik berdatangan untuk mengikuti kegiatan. Karena sebelumnya sudah ada woro-woro kalau lomba dimulai sepulang sekolah.
Sabtu pagi di awali lomba menggambar dan mewarnai untuk anak-anak |
Sore hari setelah lomba menggambar dan mewarnai selesai, dilanjutkan dengan lomba anak-anak di halaman bermain. Lomba pertama adalah lomba balap kelereng dengan sendok agar cepat sampai finish. Ekspresi perjuangan adik-adik dalam menggenggam sendok di mulutnya menjadikan momen yang menarik dari lomba ini. Momen-momen menarik lainnya dari lomba anak-anak terekam dalam aksi mereka menyunggih tempeh dan memindahkan karet dengan sedotan.
si fian sedang berjuang mempertahankan kelerengnya supaya tidak jatuh saat berjalan. |
adik-adik ini belajar menjaga keseimbangan dengan tempeh diatas kepala mereka :) |
Lomba memindahkan karet dengan sedotan yang butuh teknik dan kerja sama |
Selain itu diadakan lomba untuk para orang tua agar terjalin kemeriahan yang penuh bersama-sama dari tua sampai muda.
Para bapak memulai lebih dulu dengan lomba catur nih, begadang... |
Ibu-ibu memulai lomba dengan adu cepat membawa tempeh. |
Disusul para bapak yang tak mau kalah bersaing hehe |
Foto bersama peserta lomba merias Taman Baca Mahardika |
Puncak kegiatan agustusan Taman Baca Mahardika dilaksanakan pada minggu malam, di awali dengan berdoa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama sebelum acara dimulai. Acara yang dibawakan oleh kak Gangsar ini dibuat meriah, pertama-tama pertanyaan rebutan untuk memperebutkan hadiah. Pertanyaan yang diberikan dibuat sesuai dengan latar jenjang sekolah adik-adik, walaupun terkesan mudah tetapi tidak banyak yang bisa menjawab semisal pertanyaan siapa pencipta lagu Indonesia Raya?
Beberapa ada yang menjawab "W.R Suparman" tetapi beberapa juga sudah benar menjawab W.R Supratman. Lalu ketika pertanyaan dimana Bung Karno dimakamkan? ada adik yang menjawab kuburan. Jawaban-jawaban yang nyeleneh tersebut menghiasi kemeriahan malam puncak Agustusan Taman Baca Mahardika. Kegiatan malam puncak berlanjut ke pemutaran film anak-anak, pembagian hadiah lomba dan serta undian doorprize yang khusus untuk para orang tua.
Komentar
Posting Komentar